Mengharungi Dunia Kata-Kata - 21 Baris Terbaik Puisi Moden.

Ini adalah baris-baris terbaik 21 puisi moden Malaysia/Indonesia.Bahasanya indah serta padat, menikam kalbu. Untuk mereka yang cintakan dunia puisi, ini mungkin boleh jadi pedoman buat kamu dalam mengharungi dunia kata-kata.

Seni itu cermin roh manusia yang paling jujur.


 1. "Habis kikis, segala cintaku hilang terbang." - Nyanyi Sunyi, Amir Hamzah.


2. "Jauh di sana diliputi awan, terdengar olehku bunyi nan rawan, spt permata di dada perawan..." - Gita Gemala, Muhammad Yamin.


3. "Aku ini binatang jalang, dari kumpulannya terbuang, biar peluru menembusi kulitku, aku tetap menendang menerajang" - Aku, Chairil Anwar.


4. "Bulan di atas kuburan" - Malam Lebaran, Sitor Sitomurong (nota; ini sajak terpendek di dunia). 


5. "Wahai, pelacur-pelacur kota Jakarta, sekarang bangkitlah, sanggul kembali rambutmu..." Bersatulah Pelacur-pelacur Kota Jakarta, Rendra.


6. "Kawan-kawanku yg dikasihi, di belakang duri di depan api, kita tidak bisa undurlagi..." Duri dan Api, Usman Awang.


7. "Wangi berseri puspa kemboja, menyambut kami mewakili bonda" - Ke Makam Bonda, Usman Awang. 


8. "Senja ini aku tafakur dlm pencarian, simpul dosa perlu dibuka.." - Balada Hilang Peta, A. Samad Said. 


9. "Tuah lahir untuk menjadi wira, Teja menjadi boneka dlm lagenda.." Surat Teja Kepada Tuah, Zurinah Hassan. 


10. "Kumasukki kebun sufi Jalaluddin Rumi, kumasukki subuh senja bening..." Di Kebun Rumi, T. Alias Taib.


11. "Aku Salleh ben Joned anak bertuah, dijadikan dalam kubang di luar nikah..." Dendang Si Tegang Pulang, Salleh ben Joned.


12. "Aku sudah belajar, jadi kurang ajar..." Pulang Si Tenggang, Muhammad Hj Salleh. 


13. "Kalau bahtera mulai bertolak, dekat kita dengar bumi retak.." Kapal Nuh, Subagio Sastrowarjoyo. 


14. "Ini bukan masanya, berbangga sebagai manusia..." Kalau Kita Tak Berasa Hina Tak Pula Berasa Mulia, Baha Zain.


15. "Kami benci mentera-mentera, kami benci semua yg bukan datang dari kelenjar dan darah kami..." Requiem, Iwan Simatupang. 


16. "Anjasmara, adikku, tinggallah seperti dulu, bulanpun lamban dalam angin, abai dalam waktu..." Asmaradana - Goenawan Mohamad.


17. "Aku berkolek di dada laut, dengan jala, jala jemala..." Kolek Berkolek, J.M. Aziz.


18. "Ikan-ikan di kaca indah alamnya... ikan-ikan di kaca terpenjara sebenarnya.." Ikan-ikan Di Kaca, Yassin Salleh.


19. "Katakan padaku sejak puisi mengalir, sejak langit meratap..." Katakan Padaku, Latiff Muhyiddin. 


20. "Ini kunci iman, rindu keagungan, bara hasrat yg kugenggam, dari binar tujuh cekrawala..." Dari Benua Cinta, Kemala.


21. "Tugas kita belum selesai rupanya, bagi memartabat dan memuliakan banga..." Perjuangan Yang Belum Selesai - Dr Mahathir Mohamad.

 

Follow by Email

Total Pageviews